Bab 1 Motivasi Homeschooling

Ide-ide yang berbahaya

Guru-Guru Sekolah Tidak Terlalu Menyukai Saya

Oleh : Shinta Rian Sari, SE. (0857 1991 0121) PKBM Tanda Genap

 

Beberapa tahun yang lalu, saya diminta untuk berbicara di sebuah sekolah khusus untuk “anak-anak bermasalah”. Anak-anak ini berhenti atau dikeluarkan dari sekolah menengah normal. Usia saya 24 tahun dan bekerja sebagai seorang manajer penguji perangkat lunak di Apple Computer, di Silicon Valley. Ibu guru anak-anak tersebut pernah mendengar tentang saya. Karena saya seorang anak putus sekolah menengah yang dianggap “berhasil”, dia diminta saya untuk menjelaskan tentang pentingnya pendidikan yang baik kepada murid-muridnya. Saya ingin menyampaikan sebuah pesan yang membesarkan hati. Inilah pesan saya kepada mereka.

Pendidikan memang penting. Sekolah tidak penting. Saya tidak membutuhkan sekolah. Begitu juga kalian.

Sekolah dapat mebantu pendidikan kalian. Mungkin kalian menyukai sekolah. Jika itu menyenangkan, tetaplah disana.

Jika kalian tidak bahagia, tinggalkan tempat ini. Jika kalian merasa tidak ada cara lain untuk memperoleh pendidikan, atau jika kalian berpikir bahwa kalian tidak dapat memperoleh pekerjaan tanpa tempat ini, maka liahatlah diri saya.

Saya adalah bukti bahwa ada cara lain untuk melakukan itu

Saya meninggalkan sekolah menengah karena bangku sekolah tidak membantu saya. Saya merasa bahwa saya membuang waktu. Jadi, saya mengembangkan sebuah pendekatan sendiri terhadap pembelajaran. Saya belajar memprogram komputer. Sekarang usia saya 24 tahun. Selama empat tahun terakhir, saya adalah manajer bagian riset dan pengembangan untuk Apple Computer. Mereka mempekerjakan saya karena saya terbukti bisa melakukan pekerjaan itu, Meskipun saya tidak punya gelar.

Pendidikan memang penting bagi pekerjaan saya dan bagi kehidupan yang ingin saya ingin bangun. Saya belajar hampir setiap hari di sebuah kedai kopi disamping kantor. Saya belajar rekayasa perangkat lunak, berpikir tentang sistem, filsafat, dan sejarah-apa pun yang ingin saya pelajari.

Saya belajar, tapi saya tidak sekolah.

Sekolah hanya sementara. Pendidikan tidak. Jika kalian ingin berhasil dalam hidup: temuka sesuatu yang membuat kalian tkjub dan pelajarilah. Jnagn menunggu sampai seseorang mengajari kalian; semangat kalian yang berkobar-kobar akan menarik guru-guru untuk datang pada kalian. Jangan mencemaskan tentang diploma atau gelar,; Berusahalah agar menjadi sangat baik sehingga tidak ada yang bisa menolak kalian.

Anak-anak sepertinya terkejut mendengar itu. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan;

Bagaimana Apple bisa memperkerjakan Anda padahal Anda tidak memilki gelar?

Saya bisa memprogram komputer karena saya mendidik diri saya sendiri dengan membaca dan mempelajari manual-manual teknis. Saya membuat program video-games secara profesional setelah meninggalkan bangku sekolah. Saat itu, seorang manajer perusahaan Apple menyukai pengalaman dan semangat saya. Sesudah itu, saya hanya perlu menunjukan bahwa saya bisa belajar cepat dan bekerja denagn baik.

Tapi, bagaimana mungkin Anda dipanggil untuk wawancara?

Saya membuat sebuah biodata berisi pengalaman –pengalaman dan proyek-proyek saya. Biodata itu tampak bagus. Saya mengirimkannya ke sebuah agen tenaga kerja. Mereka mengirimkannya kepada Apple.

Banyak majikan sama sekali tidak melirik Anda jika Anda tidak memiliki setumpuk ijazah formal. Benarkah demikian?

Barangkali itu benar. Memangnya kenapa? Saya tidak mencari pekerjaan ke banyak majikan. Satu majikan sudah cukup untuk saya. Selalu ada orang yang menghargai sesuatu yang benar-benar bermanfaat, seperti keahlian teknis dan kemampuan untuk bekerja sama dengan baik di dalam tim. Temukan orang-orang seperti itu.

Mengapa dulu Anda putus sekolah?

Saya merasa bahwa sekolah menghambat pendidikan saya. Saya merasa bahwa sekolah bukan hanya membuang waktu saya tapi juga menghabiskan waktu sayadan merugikan saya. Saya perlu membangun rasa percaya diri dan kemandirian, dan sekolah membuat saya terpuruk. Sekolah memang baik untuk sejumlah orang, dan saya bertaruh, di suatu tempat di luar sana, ada sekolah-sekolah yang seyogianya baik untuk diri saya. Saya tidak pernah menemukan, jadi saya mengambil keputusan sendiri. Dalam proses itu, saya mendapati bahwa pendidikan ternyata jauh lebih berharga daripada sekolah.

Apakah Anda sungguh-sungguh menyatakan bahwa kami tidak perlu membuat pekerjaan-rumah (PR)?

Hanya kalian yang bisa menjawabnya. Saya sendiri? Saya nyaris tidak pernah mengerjakan PR. Tapi, saya harus mengatakan sesuatu kepada kalian: Jika kalian ingin mengontrol kehidupan kalian dengan kekuatan pikiran kalian sendiri, maka kalian akan membuat “pekerjaan rumah”, tidak peduli apakah kalian sekolah atau tidak.

Bagaimana jika saya tidak tertarik pada apapun? Bagaimana jika saya malas?

Jika kalian sangat lapar, kalian akan berusaha untuk makan, atau apakah kalian akan tetap malas dan kelaparan? Saya tidak pernah percaya kepada kata malas. Kalian hanya perlu mengetahui, kalian lapar terhadap apa. Jadi, pergilah keluar sana dan cobalah berbagai hal yang berbeda. Salah satu cara untuk melakukan hal yang berbeda adalah pergi ke sekolah. Cara lain adalah meninggalkan sekolah. Atau, kalian bisa mengambil sebagian dari keduanya.

Bukankah belajar membutuhkan disiplin dan kerja keras?

(sang guru bertanya dari belakang kelas)

Untuk mempelajari sesuatu yang bernilai, kalian harus mempelajari secara sungguh-sungguh. Itu mungkin identik dengan kerja keras. Bagi saya, itu juga harus menyenangkan. Jika tidak, lupakan saja. Rahasia sukses saya adalah: saya menemukan sesuatu yang menurut saya sangat menyenangkan, saya mempelajari semua halo tentang itu, dan sekarang saya dibayar karena melakukan hal-hal yang menyenangkan dengan pikiran saya.

Setelah Tanya-Jawab…

Saya merasa lega setelah berbicara di depan kelas itu. Saya menyukai gagasan bekerja denagn anak-anak. Banyak orang yang telah membantu saya di sepanjang perjalanan hidup saya. Saya ingin membalas kebaikan tersebut. Saat saya bersiap-siap untuk pergi, sang guru mendekati saya

“Mr. Bach, Saya ingin tahu, bahwa saya tidak akan merekomendasikan Anda untuk berbicara di sekolah kami lagi,” katanya. “Pesan Anda sangat berbahaya untuk didenagr anak-anak.”

Dia nyaris benar. Yang baru saya katakan memang berbahaya-berbahaya baginya. Untuk mempertahankan sekelompok anak yang penurut, sekolahnya butuh anak-anak yang menerima beberapa kebenaran tertentu:

*Kalian harus mempelajari apa yang kami minta. Yang kami katakan, hanya satu-satunya yang penting

*Kalian harus lulus dalam ujian-ujian kami. Ujian-ujian kami adalah satu-satunya ukuran yang penting tentang diri kalian.

*Kalian harus datang ke sekolah. Hanya dengan bersekolah kalian bisa berharap untuk menikmati kehidupan yang baik.

Itulah yang saya sebut sekolah-isme keyakinan bahwa sekolah adalah cara yang perlu dan satu-satunya untuk memperoleh sebuah pendidikan yang baik. Harus dan satu-satunya!

“Saya menceritakan kepada mereka tentang diri saya,” kata saya “dan bagaimana saya sampai berada disini. Saya mengatakan kebenaran kepada mereka.”

“Barangkali itu benar untuk Anda”, jawab sang guru. “Tapi anak-anak ini bukan anak-anak super cerdas seperti Anda. Mereka tidak datang dari keluarga berkecukupan. Mereka nyaris tidak mampu bertahan di sekolah, dan Anda baru saja mengatakan kepada mereka bahwa mereka tak perlu berada di sini. Mereka benar-benar perlu berada di sini!”

“Guru bahasa inggris saya di kelas delapan pernah mengatakan bahwa saya akan harus menjadi seorang pegawai pompa bensin untuk menghidupi diri saya jika saya tidak lulus sekolah menengah. Dia salah tntang masa depan saya. Apakah tidak mungkin bahwa murid-murid Anda pun bisa mengejutkan Anda? Saya pikir, setiap siswa Anda bisa melakukan apa yang saya lakukan dalam bidang teknologi tinggi, jurnalisme, bisnis, seni, atau bidang-bidang lain yang berbeda. Dan mereka punya waktu seumur hidup untuk mengembangkan bakat-bakat mereka. Mengapa harus terburu-buru?”

“Ya, saya bisa berhasil jika mereka benar-benar bekerja keras,” katanya mengakui. “Akan tetapi, saya pikir mereka tidak menangkap pesan Anda yang itu, Sekarang pun saya nyaris tidak dapat mempertahankan beberapa dari anak-anak tersebut. Saya takut, Anda sudah semakin mempersulit pekerjaan saya , Mr Bach. Beberapa dari mereka akan bersikap “masa bodoh” dan tidak berusaha dengan sungguh-sungguh.

“Memangnya kenapa, jika mereka melakukan itu?” Jawab saya. “Ini Amerika. Mereka mungkin tidak akan kelaparan. Mereka mungkin tidak akan dimangsa serigala. Jika mereka tidak memedulikan pendidikan, mereka bisa terpaksa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang hanya membutuhkan keahlian rendah, pekerjaan-pekerjaan yang tidak mereka sukai, seperti pelayan restoran cepat saji atau membersikan rumah.

 

Shinta Rian Sari, SE.

Mobile : 0857 1991 0121

Konsultan Pendidikan